PR IPNU-IPPNU Bakalan Krapyak kembali menggelar kegiatan tahunan Kiprah Syawaliah (Kipsya) yang berlangsung selama bulan Ramadhan hingga Syawal 2026. Kegiatan ini menjadi tradisi yang selalu dinantikan masyarakat karena menghadirkan berbagai rangkaian acara keagamaan dan sosial dalam satu bulan penuh.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan pada 20 Februari 2026, 27 Februari 2026, dan 6 Maret 2026. Kegiatan tadarus tersebut dilaksanakan di rumah para pembina secara bergilir setiap tahunnya. Selanjutnya, khataman Al-Qur’an digelar pada 13 Maret 2026 di TPQ Raudlatul Murottilin, yang kemudian dilanjutkan dengan takbir keliling pada malam takbir di area Terminal Bakalan Krapyak. Kegiatan takbir keliling tersebut diikuti oleh seluruh masjid dan mushola se-Desa Bakalan Krapyak. Puncak acara berupa halal bihalal dilaksanakan pada 30 Maret 2026 di MI Matholiul Huda.
Ketua IPNU Bakalan Krapyak, Rekan M. Mishbahuddin, mengungkapkan bahwa ide penyelenggaraan Kipsya berawal dari keinginan untuk menjaga tradisi Ramadhan hingga Syawal agar tetap hidup di tengah masyarakat. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun dan selalu mendapat dukungan penuh dari anggota maupun warga sekitar.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi karena kegiatan ini sudah menjadi agenda yang dinanti-nantikan,” ujarnya
Kipsya dinilai memberikan dampak positif, baik bagi organisasi maupun masyarakat. Bagi IPNU-IPPNU, kegiatan ini mampu menarik minat remaja untuk bergabung dan aktif berorganisasi. Sementara bagi masyarakat, Kipsya menumbuhkan semangat kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, melestarikan budaya lokal, serta menjadi sarana syiar agama Islam.
Rekan M. Mishbahuddin berharap tradisi ini tetap terjaga dan tidak vakum meskipun perkembangan zaman semakin pesat. Generasi muda diharapkan mampu melestarikan budaya lokal dengan tetap menyesuaikan diri terhadap perkembangan era digital.
Penulis: Naila
